Sejarah Singkat Peristiwa Rengasdengklok

, , Comments Off on Sejarah Singkat Peristiwa Rengasdengklok

lizlarin.com – Rengasdengklok merupakan sebuah peristiwa yang telah menjadi sejarah untuk indonesia. Rengasdengklok merupakan sebuah proses didalam kemerdekaan indonesia, karena peristiwa rengasdengklok ini merupakan awal dari lahirnya kemerdekaan Indonesia yang telah digaungkan oleh para pemuda dan para pemudi Indonesia agar segera memerdekakan indonesia.

Ini juga merupakan peristiwa yang penting dan juga mewarnai kemerdekaan Indonesia, dalam peristiwa ini terlihat begitu banyak usaha yang dilakukan oleh para pemuda dan pemudi Indonesia sehingga presiden dan juga wakil presiden diculik agar dapat fokus untuk memerdekakan Indonesia agar tidak terpengaruh dan agar dapat terhindar dari pengaruh negara luar.

sejarah-singkat-peristiwa-rengasdengklok

Sejarah Peristiwa Rengasdengklok

Rengasdengklok merupakan peristiwa yang disebabkan karena perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda yang berkaitan untuk mencari waktu yang tepat agar mengumumkan Proklamasi kemerdekaan. Golongan tua berpendapat untuk memproklamasikan kemerdekaan harus di saat waktu yang akan diberikan oleh pemerintahan Jepang.

Kerena pada saat itu pemerintahan Jepang telah berjanji untuk kemerdekaan indonesia, nemun golongan muda berpendapat untuk melakukan proklamsi kemerdekaan dengan secepat mungkin dengan menggunakan manfaat kekosongan kekuasaan yang disebut dengan Vacuum of power, karena perbedaan pendapat itulah maka para golongan muda melakukan penculikan terhadap golongan tua antara lain Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang kemudian diasingkan ke Rengasdengklok.

Pada tanggal 16 Agustus 1945 bertepatan di Asrama Baperpi yang beralamat di jalan cikini 74 jakarta, para golongan muda mengadakan rapat yang juga dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, Dr. Muwardi, dan Shundanco Singgih serta Paidan Peta Jakarta. Rapat tersebut dibuat untuk membuat keputusan mengasingkan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta keluar kota dengan tujuan agar menjauhkan mereka dari segala pengaruh jepang.

Supaya terhindar dari kecurigaan Jepang, Shudanco Singgih yang mendapatkan kepercayaan agar bisa melaksanakan rencana itu. Rencana penculikan berjalan secara lancar karena telah mendapat dukungan oleh perlengkapan tentara peta dan Cudanco Latief Hendraningrat sehingga tepat pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30 Ir.Soekarno dan Mohammad Hatta serta kelompok golongan muda tiba di rengasdengklok. Atasan mereka membawa Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta agar mengamankan mereka pada situasi yang sedang genting yang saat itu terjadi di ibu kota.

Akhirnya saat mereka tiba di rengasdengklok Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta bersedia untuk menyatakan kemerdekaan setelah mereka kembali ke Jakarta. Sedangkan dijakarta para golongan tua dan golongan muda sedang melakukan perundingan. Golongan tua diwakili oleh Ahmad Subardjo dan golongan muda diwakili oleh Wikana, kemudian perundingan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa proklamasi kemerdakaan harus terlaksana di Jakarta Pengertian Rumus Tekanan

Ahmad Subardjo bersedia memberi jaminan bahwa kemerdekaan Indonesia yang akan diumumkan pada esok hari di tanggal 17 Agustus 1945, dan Komandan Kompi Peta Rengasdengklok yakni Cudanso Subeno akhirnya bersedia untuk melepaskan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.

Baca Juga: